Berita Terkini

Apel di Masa PPKM Darurat

Sahabat pemilih, meskipun dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, KPU Salatiga masih memberlakukan 25 % masuk kerja dan sisanya work from home (WFH). Hal tersebut juga sesuai dengan anjuran KPU RI dan pemerintah Kota Salatiga tentang pelaksanaan PPKM Darurat di Salatiga. Sesuai surat edaran KPU RI, dalam rangka meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air, maka KPU Kota Salatiga melaksanakan apel pada setiap senin pagi (5/7/2021). Apel dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kota Salatiga dan diikuti oleh Anggota serta kesekretariatan yang work from office (WFO) dengan protokol kesehatan. Dalam pengarahanya Ketua KPU Syaemuri menyampaikan pentingnya menjaga diri dan kesehatan baik yang melaksanakan WFH maupun WFO. Selain itu yang WFH juga harus tetep melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana mestinya.  #kpumelayani #kpuprotokolkesehatan   

CPNS HARUS MENGENALI TAHAPAN PEMILU, BEKERJA PROFESSIONAL DAN BERINTEGRITAS

Rabu (16/6) bertempat di ruang RPP, Anggota KPU Kota Salatiga Divisi Teknis Penyelengaraan, bersama Kasubbag Teknis Hupmas dan CPNS mengikuti kegiatan Rabu Ingin Tahu (RIT) secara daring yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah dengan mengambil tema ““Mengenali Tahapan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024”. Dalam sambutannya Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Yulianto Sudrajat menyampaikan bahwa Bekerja di KPU harus bersedia bekerja penuh waktu dan berbeda dengan lembaga lain. “ KPU merupakan lembaga yang bekerja penuh waktu dan berbeda dengan lembaga lembaga lain” tegasnya. Hal ini penting di ketahui dan dipahami oleh CPNS di lingkungan KPU Provinsi Jawa Tengah hasil rekruitmen tahun 2020, dimana ketika masuk di KPU belum mengalami tahapan pemilu. Sebagai nara sumber hadir anggota KPU Provisnsi Jawa Tengah Divisi Teknis Penyelenggaraaan  Putnawati, menyampaikan dalam paparan materinya tentang tahapan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024. “Hasil Konsinyering Komisi II, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP, Pemungutan suara pileg dan pilpres akan dilaksanakan tanggal 28 februari 2024 dan tahapan dimulai 25 bulan sebelum pemungutan suara yakni bulan maret 2022, sedangkan  Pemungutan Suara Pilkada akan dilaksanakan 27 november 2024 dan dasar pencalonannya didasari hasil PIleg 2024” penjelasanya. Penyelenggaraan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 merupakan tantangan tersendiri bagi KPU ke depan.  Supporting Sistem dari sekretariat sangat dibutuhkan demi kelancaran penyelenggaraan tahapan pemilu. Dalam kegiatan ini melibatkan CPNS untuk turut sebagai peserta, meskipun tidak semua CPNS bertugas di bagian teknis penyelenggaraan, CPNS adalah orang orang terpilih dan sebagai bagian dari sekretariat harus menyiapkan diri  segera menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan kerja KPU. CPNS harus mengenali dan memahami tahapan penyelenggaraan pemilu sehingga akan tumbuh semangat untuk bekerja secara profesional dan mengedepankan integritas untuk menjaga dan meningkatkan kredibilitas lembaga KPU.                 Dalam kesempatan ini CPNS diminta untuk terus belajar tentang tahapan penyelenggaraan pemilu. Dimulai dengan landasan hukum, pengenalan lembaga penyelenggara pemilu, tahapan pelaksanaan pemilu dan pemilihan beserta pelaku tahapan. Disampaikan pula tantangan dan potensi permasalahan pemilu dan pemilihan serentak 2024 terkait anggaran, penyelenggara Badan adhoc, Pemutakhiran Data Pemilih, pencalonan, logistik, pemungutan, penghitungan dan rekap suara,  penyelesaian sengketa serta konsisi khusus terkait alam dan non alam. Sedangkan hal –hal yang perlu dipersiapkan antara lain : kesiapan anggaran, kesiapan SDM penyelenggara, mitigasi resiko, Simulasi pemilihan dan komunikasi intensif dengan pemangku kepentingan.                 Sebagai closing statement beliau berpesan “Untuk adik-adik CPNS, kalian  adalah orang terpilih, mengingat seleksi yang ketat, dan sebagai  wujud dari rasa syukur harus secara maksimal bekerja professional, tetap memegang teguh akhlakul karimah, budi pekerti  dan integritas. Sehingga tuhan akan mengangkat derajat kita “ tegasnya. #kpusalatiga   

KOMITMEN MEMOTRET PENGABDIAN PENYELENGGARA ADHOC PEMILU 2019

Semarang, kpusalatiga.go.id. Mengangkat tema pengabdian para penyelenggara adhoc saat pemilu serentak 2019 yang lalu menjadi tema rencana penerbitan buku SDM Propinsi Jawa Tengah. Hal ini di sepakati oleh para editors buku dan Divisi SDM KPU Propinsi Jawa Tengah Taufiqurahman saat mengadakan rapat koordinasi di kantor KPU Propinsi Jawa Tengah (Rabu,2/6). Rakor dihadiri oleh editors yang berasal dari 8 KPU kab/kota divisi SDM. Yaitu Kab. Jepara, Kudus, Wonosobo, Temanggung, Banjarnegara, Pemalang, Kota Tegal dan Salatiga. Pertemuan secara tatap muka tersebut sangat penting karena membahas tentang substansi konten tulisan dari 35 kab/kota se Jawa Tengah yang 95% sudah terkumpul. Ada beberapa stressing dan rambu-rambu yang disampaikan oleh Divisi SDM KPU Propinsi diantarnya adalah tulisan tidak boleh menyinggung semua pihak, data yang akurat dan tidak menimbulkan efek negatif lainnya. “Tulisan jangan sampai menimbulkan efek negatif atau bahkan menyinggung pihak-pihak terkait selama proses penyelenggaraan pemilu serentak 2019” kata Taufiqurahman menekankan kepada pada editors tulisan. Selain membicarakan konten tulisan, rakor juga membahas tentang tehnis pencetakan, cover, judul buku, kata pengantar dan juga anggaran.   

TANTANGAN BAKOHUMAS KPU DI ERA DIGITAL

Selasa (4/5) KPU Kota Salatiga mengikuti kegiatan Rakor Bakohumas dengan tajuk “Peningkatan Peran Eksistensi Bakohumas KPU RI, KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU Kab/Kota”. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Ketua, Divisi Sosdiklih Parmas, Sekretaris dan Kasubbag Teknis Hupmas. Rakor Bakohumas ini diselenggarakan KPU RI dan diikuti oleh KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota Se - Indonesia. Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU ILham Saputra yang menyampaikan pentingnya bagi KPU untuk membangun sinergitas dalam kehumasan dari pusat sampai daerah. “Kebijakan bakohumas  KPU Kab/kota harus berbanding lurus dengan kebijakan KPU Propinsi dan KPU RI, tidak bisa berbeda-beda” katanya. Dia berharap dari kegiatan ini adanya pemahaman tentang apa fungsi dan output dari bakohumas, sehingga KPU punya landasan yang positif dalam mengelola bakohumas. Kemudian  berturut –turut  disampaikan arahan dari anggota KPU RI yaitu Pramono Ubaid, Viryan Aziz, dan Arif Budiman. Parmono Ubaid menyampaikan bahwa di era informasi yang cepat dan kebutuhan informasi yang tinggi ini, fungsi humas menjadi krusial. Dia menegaskan Ibarat orang berkomunikasi, kesan pertama adalah bagaimana tampilan kita, yang kedua bagaimana cara berkomunikasi, bukan hanya secara tatap muka tetapi berlaku juga di medsos KPU. “Jika kesan penampilan website dan medsos kita bagus dan didukung dengan informasi yang akurat maka masyarakat akan menjadikan KPU sebagai sumber informasi utama” tandasnya. Dalam kesempatan ini Viryan juga mengatakan tentang perkembangan kehumasan yang semakin maju dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Dia mengatakan  “Pada awalnya ada dua prinsip akar kehumasan yaitu  keterbukaan dan kejujuran. Namun saat ini ditambah dengan  dua variabel baru yaitu kecepatan dan faktualitas. Kehumasan juga berkembang dari Integrated marketing communication menjadi Digital marketing communication. Hal ini menjadikan tantangan baru bagi Bakohumas KPU”. Narasumber pertsama Sigit Joyo Wardono yang menjabat sebagai Plt Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat sekaligus Ketua Pelaksana Bidang Diseminasi Bakohumas KPU RI menyampaikan tentang peran Bakohumas dan keterkaitan dengan visi misi pemerintah. Disampaikan juga terkait dengan dasar hukum pembentukan Bakohumas dan tindak lanjut sampai ke tingkat KPU kab/Kota. Narasumber kedua Bambang Gunawan yanag menjabat Plt. Direktur Tata kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kominfo  membahas tentang problematika kehumasan pemerintah di era digital. Dimana pada era post truth ini ada filter bubble, hoaxs sampai munculnya hatespeech. Kominfo mempunyai data hoax pilkada 2020 dan sangat besar kemungkinan akan semakin bertambah pada pemilu serentak 2024. Narasumber ketiga Ferry Kurnia Ardiyansyah yang merupakan Direktur Ekseskutif Netgrit dan mantan anggota KPU RI Divisi Parmas dalam paparannya menjelaskan pentingnya kepercayaan publik bagi KPU. Ini menjadi tolok ukur keberhasilan kerja KPU sebagai penyelenggara pemilu. KPU Menghadapi tantangan serius yaitu electoral virus dimana pemilih cenderung bersikap illiterate, sinis, apastis,  irrasional, emosional,pragmatis. Tantangan bagian kehumasan adalah  menciptakan pemilih yang sehat. Tantangan lain yaitu membangun pencitraan lembaga, tuntutan informasi yang semakin tingggi, SDM yang terbatas, anggaran terbatas, perangkat yang terbaats atau sarana prasarana yang tidak memadai, media manajemen yang belum terintegrasi. Operasionalisasi media center dan fasilitasi media center menjadi penting untuk mendukung optimalisasi kerja kehumasan. Badan  humas harus ditempatkan pada TOP manajemen KPU. Sehingga sebagai langkah awal, peningkatan kapasitas SDM merupakan keniscayaan yang harus dilakukan oleh KPU RI. Sebagai narasumber terakhir, hadir dari praktisi TVRI Endah yang menyampaikan pentingnya performance bagian Humas KPU. Seorang humas harus bisa tampil menarik dan tegas dalam penyampaian informasi. Sebagai rangkaian kerja kehumasan dibutuhkan juga SDM yang mumpuni dalam bidang teknik jurnalistik, public speaking, copywriting termasuk desain konten audiovisual, sehingga informasi yang ditampilkan di website  dan media sosial resmi  KPU akan lebih menarik dan bermanfaat untuk  khalayak.  (kpukotasalatiga)   

OPTIMALISASI FUNGSI HUMAS DAN MEDIA SOSIAL

Senin (26/4), bertempat di Ruang Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kota Salatiga, Anggota Divisi Sosdiklih Parmas beserta staf bagian Teknis Hupmas mengikuti online workshop penguatan kapasitas kehumasan dengan tema  “Meningkatkan Citra Lembaga Melalui Pengelolaan Konten Media Sosial dan Optimalisasi Fungsi Kehumasan”. Kegiatan ini merupakan kerjasama KPU Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah. Selain KPU Kabupaten /Kota se –Jawa Tengah, kegiatan ini juga diikuti oleh Dinas Kominfo Se-Jawa Tengah. Kegiatan diawali dengan sambutan dari kepala  Diskominfo Jawa  Tengah, dan dibuka oleh KPU Jawa Tengah Divisi Sosdiklih Parmas. Online workshop kali ini menghadirkan dua  narasumber yaitu Asmono Wikan yang merupakan founder Humasindonesia.Id, dan Wicaksono , sorang digital creator. Sedangkan Sub Koordinator Subbagian Teknis Hupmas  KPU Jawa Tengah, Dimas Narotama bertindak sebagai moderator. “Berkomunikasi adalah membangun cerita, mengkreasi narasi menjadi sebuah storytelling. Storytelling merupakan cara efektif lembaga dalam meningkatkan citra dan reputasi. Story yang bagus akan menghasilkan reputasi”. Demikian disampaikan oleh Asmono Wikan dalam paparannya tentang optimalisasi fungsi kehumasan. Sedangkan Wicaksono memberikan pandangan bahwa  “Tinggi rendahnya angka engagement rate atau metrik dalam pemasaran digital untuk mengukur kinerja konten di media social sangat penting bagi sebuah lembaga. Untuk mencapai nilai yang tinggi, lembaga harus menyajikan konten yang  menjawab kebutuhan, bermanfaat, interaktif, bernilai, menarik, dan menghibur audiens “ . Dari paparan kedua narasumber bisa ditarik kesimpulan bahwa optimalisasi peran  kehumasan dan media sosial dibutuhkan untuk meningkatkan  engagement rate yang menentukan kualitas, citra dan reputasi sebuah lembaga. Sebagai lembaga semi politik KPU harus mampu menjawab tantangan bagaimana mengelola media social dengan konten yang tepat,cepat dan akurat, serta mengoptimalkan fungsi kehumasan sebagai sarana berkomunikasi dengan khalayak. (kpusalatiga)   

INTERNET DAMAI UNTUK PEMILU YANG BERKUALITAS

Kamis (8/4), KPU Kota Salatiga hadir sebagai guest dalam acara dialog interaktif di Radio Suara Salatiga dengan tema Internet Damai bersama dengan MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Dari KPU Kota Salatiga  hadir  di studio Divisi Sosdiklih Parmas Bapak Abd. Rochim, sedangkan dari Mafindo  hadir melalui sambungan telepon Agus Triyono. Dialog interaktif dipandu oleh host Gita Nugraha. Dialog interaktif berlangsung selama I jam dari  pukul 10.30 WIB sampai dengan 11.30 WIB. Pada kesempatan pertama, Abd. Rochim menyampaikan sekilas tentang KPU Kota Salatiga terutama terkait sosialisasi dan pendidikan pemilih. Sasaran sosialisasi dan pendidikan bagi Pemilih dalam pemilu terbagi dalam beberapa segmen, dan masing-masing segmen memerlukan strategi tersendiri. Menjawab pertanyaan dari host terkait dengan bukti konkrit KPU dalam memanfaatkan internet sebagai sarana sosialisasi, Abd, Rochim menjelaskan “ KPU dari tingkat pusat sampai kabupaten/kota, telah membentuk BAKOHUMAS (Badan Koordinasi Kehumasan), dimana fungsinya adalah memproduksi materi – materi sosialisasi yang benar dan akurat. Fungsi bakohumas ini juga sekaligus untuk mengantisipasi jika nanti ada serangan berita hoax terkait isu penyelenggaraan pemilu seperti yang terjadi pada pemilu 2019”. Sedangkan Agus Triyono menyampaikan “ KPU perlu perangkat untuk memfilter konten hoax.  Ke depan KPU pasti jadi sasaran tembak para pembuat hoax. Selain itu perlu dilakukan  reserch untuk mengukur efektivitas pendidikan pemilih selama ini. “ Pada sesi penutup Abd. Rochim mengajak kepada masyarakat khususnya pemilih di Salatiga untuk mempersiapkan diri untuk berperan aktif pada penyeelngaraan pemilu dan pilkada serentak di tahun 2024. Meskipun masih jauh, tapi bisa dimulai dengan menjadi netizen yang cerdas, yaitu mencari informasi dari sumber resmi lembaga dan terhindar dari paparan informasi hoaxs. (kpukotasalatiga)     

🔊 Putar Suara