KPU KOTA SALATIGA HADIRI DIALOG KEBANGSAAN BERSAMA KESBANGPOL PROVINSI JAWA TENGAH BAHAS PERAN GEN-Z DALAM DEMOKRASI
SALATIGA — KPU Kota Salatiga menghadiri kegiatan Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan bersama Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah dan HMI Cabang Salatiga dengan tema “Penguatan Demokrasi Daerah Sebagai Upaya Peduli Demokrasi Bagi Gen-Z”. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 di Mini Theater Dinpersin Kota Salatiga. Dalam kegiatan tersebut, Komisioner KPU Kota Salatiga Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Wahyu Budi Utomo hadir sebagai narasumber dengan materi “Demokrasi Ala Gen-Z”. Dialog berlangsung interaktif dan menghadirkan berbagai perspektif mengenai peran generasi muda dalam pembangunan demokrasi. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Didik yang menyampaikan pentingnya organisasi sebagai sarana penyampaian pendapat, inovasi, dan kolaborasi positif di tengah masyarakat. Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam membuat konten di media sosial. “Sarana dan prasarana organisasi juga sebagai alat yang baik untuk penyampaian pendapat maupun inovasi. Harapan kami dalam membuat konten adalah membuat konten yang baik, bukan opini yang negatif. Saya berharap partisipasi teman-teman dalam berkolaborasi dengan lembaga terkait, baik penyelenggara pemilu maupun lembaga pelayanan publik lainnya,” ungkapnya. Dalam pemaparannya, Wahyu Budi Utomo menegaskan bahwa Demokrasi yang sehat lahir dari warga negara yang sadar politik dan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab. Hak pilih bukan sekadar mencoblos, tetapi menentukan arah masa depan bangsa dan kualitas demokrasi. Dalam demokrasi, suara rakyat adalah kekuatan. Karena itu, menggunakan hak pilih adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan bersama. Jadi, generasi muda jangan apatis. “Gen Z merupakan agen perubahan. Harus berpartisipasi aktif dan tidak acuh,” ujar Wahyu. Narasumber lainnya, Debby Pratama, turut menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses demokrasi. Ia menyampaikan bahwa Gen-Z memiliki peran yang penting dan krusial dalam menentukan arah demokrasi bangsa ke depan. Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Salatiga, Lukman Fahmi, menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan oleh lembaga semata, namun membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. “Personel Bawaslu terbatas. Masyarakat bisa berpartisipasi membantu kinerja Bawaslu melalui pengawasan partisipatif dari masyarakat,” jelasnya. Pada sesi berikutnya, Rahmat Winarto dari Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa lembaga pemerintah maupun publik harus mulai memahami karakter dan kebutuhan generasi muda dalam membangun komunikasi demokrasi. “Lembaga harus mulai berbenah. Bukan hanya bertemu anak muda, tetapi juga memahami cara kerja, alat, metodologi, dan kebutuhan mereka. Anak muda harus diberikan ruang karena mereka punya cara dan alat sendiri untuk mengomunikasikan masa depan mereka,” ungkap Rahmat. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin sadar akan pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi serta mampu menjadi agen perubahan yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (parhubmassdmkpusalatiga)